SENJATA Kemenag Jembrana Perkuat Pelayanan Publik dan Sinergi Kehumasan
Jumat, 25 September 2026 08:57:32
Jembrana, 25 September 2026 – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jembrana kembali melaksanakan SENJATA (Senin-Jumat Terima Arahan) melalui Zoom Meeting, Jumat (25/9/2026). Kegiatan yang diikuti oleh seluruh pegawai ini dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jembrana, I Gusti Komang Budi Santika, didampingi Kepala Subbagian Tata Usaha, Patahul Bari.
SENJATA menjadi ruang komunikasi dan koordinasi internal untuk menyampaikan arahan, berbagi informasi, serta membahas perkembangan berbagai program di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jembrana. Pada kesempatan tersebut, pembahasan diarahkan pada penguatan kehumasan, perkembangan program Majelis Taklim pada Seksi Bimas Islam, serta pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Seksi Pendidikan Islam (Pendis) yang saat ini menjadi salah satu program yang mendapatkan monitoring dan evaluasi dari Inspektorat Jenderal Kementerian Agama.
Dalam arahannya, Kakankemenag Jembrana I Gusti Komang Budi Santika menekankan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan publik sebagai bagian dari pelaksanaan tugas dan fungsi Kementerian Agama. Menurutnya, setiap pegawai memiliki peran dalam menghadirkan pelayanan yang mudah, cepat, transparan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Ia juga mengingatkan agar seluruh jajaran terus memahami dan mengimplementasikan Asta Protas Kementerian Agama dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Asta Protas diharapkan tidak hanya menjadi program di tingkat kebijakan, tetapi diterjemahkan dalam bentuk kerja nyata pada setiap unit kerja, seksi, KUA, maupun madrasah.
“Pelayanan publik adalah wajah Kementerian Agama. Karena itu, setiap kita memiliki tanggung jawab untuk memberikan pelayanan terbaik dan memastikan setiap program benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” demikian arahan Kakankemenag dalam kegiatan tersebut.
Sementara itu, Kasubbag Tata Usaha Patahul Bari menekankan pentingnya membangun kesadaran kehumasan secara bersama-sama. Kehumasan, menurutnya, bukan hanya menjadi tanggung jawab petugas atau pengelola informasi, tetapi merupakan bagian dari tugas seluruh unsur organisasi.
Setiap seksi, KUA, dan madrasah diharapkan mampu mendokumentasikan sekaligus menyampaikan berbagai kegiatan dan inovasi yang telah dilaksanakan. Dengan demikian, berbagai program positif Kementerian Agama dapat diketahui masyarakat secara lebih luas dan menjadi bagian dari transparansi penyelenggaraan pelayanan publik.
“Setiap seksi memiliki kegiatan dan inovasi yang baik. Jangan sampai kegiatan yang sudah dilaksanakan tidak terdokumentasikan dan tidak tersampaikan kepada masyarakat. Karena itu, kehumasan harus menjadi perhatian bersama, baik di seksi, KUA maupun madrasah,” ujarnya.
Selain menjadi forum penyampaian arahan, SENJATA juga dimanfaatkan sebagai ruang sharing antarunit kerja untuk mengetahui perkembangan program, mengidentifikasi kendala, serta memperkuat koordinasi. Melalui komunikasi yang dilakukan secara rutin, diharapkan seluruh pegawai memiliki pemahaman yang sama terhadap arah kebijakan dan program kerja Kementerian Agama Kabupaten Jembrana.
Pelaksanaan SENJATA secara daring juga menunjukkan komitmen Kemenag Jembrana dalam membangun budaya kerja yang adaptif dan kolaboratif. Forum tersebut menjadi ruang sederhana namun strategis untuk menjaga komunikasi pimpinan dengan seluruh pegawai sekaligus memastikan berbagai program berjalan sesuai dengan target dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Dengan semangat SENJATA, Kemenag Jembrana terus memperkuat koordinasi, pelayanan publik, kehumasan, serta implementasi Asta Protas sebagai bagian dari upaya menghadirkan Kementerian Agama yang semakin responsif, informatif, dan dekat dengan masyarakat.